Info Travel Umroh – sebelum berangkat menunaikan ibadah umroh, menyiapkan dokumen dengan rapi adalah langkah pertama yang wajib dilakukan. Artikel ini akan membimbing Anda untuk melihat dokumen apa saja yang harus disiapkan, alasan perlunya setiap berkas, serta tips praktis agar proses keberangkatan berjalan lancar dan minim stres. Artikel ini disusun untuk pembaca infotravelumroh.com yang ingin memastikan persiapan administrasinya benar dan sesuai aturan.

Mengapa kelengkapan dokumen penting?
Dokumen bukan sekadar formalitas. Mereka menjadi bukti identitas, syarat masuk ke Arab Saudi, serta bukti pemenuhan persyaratan kesehatan dan administrasi dari pihak travel dan imigrasi. Kekurangan berkas bisa menyebabkan penundaan, bahkan pembatalan keberangkatan. Selain itu, agen travel resmi (PPIU) biasanya menahan pendaftaran jika dokumen tidak lengkap — sehingga menyiapkan sejak jauh hari memberi waktu untuk memperbaiki bila ada yang kurang.
Dokumen utama yang wajib disiapkan
Berikut adalah daftar dokumen inti yang hampir selalu diminta oleh penyelenggara umroh dan otoritas terkait. Untuk kemudahan pembacaan, daftar ini disajikan dalam poin singkat — namun penjelasan tambahan tiap poin akan disampaikan di subbab berikutnya.
- Paspor asli (masa berlaku minimal 6 bulan dari tanggal keberangkatan).
- KTP dan fotokopi Kartu Keluarga (KK).
- Pas foto terbaru (ukuran 4×6, background putih).
- Buku nikah / akta nikah (jika berangkat bersama pasangan).
- Surat mahram atau dokumen pendukung untuk jamaah perempuan (jika diperlukan).
- Sertifikat vaksinasi meningitis (ICV / kartu kuning) dan bukti vaksinasi lain jika diwajibkan.
- Tiket pulang-pergi dan bukti reservasi hotel.
- Polis asuransi perjalanan kesehatan (jika diminta).
- Dokumen tambahan: akta kelahiran untuk anak, surat keterangan sehat untuk lansia atau yang punya kondisi khusus.
Penjelasan detail tiap dokumen
Paspor. Paspor adalah dokumen utama; hampir semua sumber menyarankan masa berlaku minimal 6 bulan sejak tanggal keberangkatan. Pastikan nama pada paspor sesuai dengan KTP dan dokumen lain — perbedaan ejaan kecil bisa memerlukan pengurusan tambahan. Jika paspor Anda mendekati masa berakhir, urus perpanjangan lebih awal.
Identitas dan data keluarga (KTP, KK, akta). KTP dan KK diperlukan untuk verifikasi data identitas dan hubungan keluarga, terutama bila ada diskon atau kuota keluarga. Bawa juga fotokopi yang disusun rapi agar mudah diserahkan ke pihak travel saat pendaftaran.
Foto dan dokumen pernikahan. Foto terbaru berlatar putih sering diminta untuk visa. Bagi pasangan suami istri atau jamaah yang sudah menikah, buku nikah dapat diminta untuk verifikasi pasangan dan pengaturan kamar. Untuk perempuan muda, agen mungkin meminta surat mahram sesuai aturan yang berlaku.
Vaksinasi (kartu kuning / ICV). Pemerintah Arab Saudi mewajibkan bukti vaksin meningitis untuk jamaah umroh; di samping itu beberapa ketentuan kesehatan lain (mis. persyaratan COVID-19 pada periode tertentu) dapat berubah-ubah menurut kebijakan. Karena itu, pastikan Anda mendapat suntikan yang berlaku internasional dan menyimpan International Certificate of Vaccination (ICV). Lakukan vaksinasi minimal beberapa minggu sebelum berangkat sehingga sertifikat valid.
Visa dan peran agen resmi (PPIU). Saat ini pengajuan visa umroh umumnya dilakukan melalui agen perjalanan resmi yang terdaftar (PPIU) dan terhubung ke sistem otoritas Saudi. Agen akan mengurus pengajuan visa setelah semua dokumen Anda lengkap. Pastikan agen terdaftar di Kementerian Agama agar proses berjalan sesuai aturan.
Tiket, reservasi hotel, dan asuransi. Bukti tiket pulang-pergi dan bukti reservasi hotel biasanya harus disiapkan untuk pengajuan visa. Beberapa agen yang menyediakan paket sudah menyiapkan bukti ini untuk Anda, tetapi bila Anda memilih berangkat mandiri, simpan bukti booking dan voucher. Polis asuransi perjalanan sangat disarankan dan kadang menjadi persyaratan untuk menjamin perlindungan medis selama di luar negeri.
Tips praktis agar dokumen rapi dan aman
- Scan seluruh dokumen dan simpan di cloud (email atau drive) serta simpan salinan offline dalam flashdisk.
- Siapkan folder fisik berisi dokumen asli dan fotokopi yang diberi label jelas.
- Periksa ulang persyaratan agen 2–3 minggu sebelum keberangkatan — aturan bisa berubah terutama soal kesehatan.
- Bawa dokumen ekstra seperti surat keterangan sehat bila Anda memiliki kondisi medis kronis, serta obat-obatan dalam jumlah yang cukup dan resep dokter.
- Hindari memberikan dokumen asli kepada pihak yang tidak jelas; serahkan hanya pada agen resmi atau petugas yang berwenang.
Penutup
Menyiapkan dokumen umroh dengan teliti memudahkan fokus Anda pada tujuan utama: beribadah dengan tenang. Mulai dari paspor hingga sertifikat vaksin, setiap berkas memiliki peran penting. Rencanakan jauh-jauh hari, verifikasi ketentuan terbaru dengan agen resmi, dan simpan salinan digital sebagai cadangan. Semoga panduan ini membantu Anda menata persiapan administrasi sehingga perjalanan umroh berjalan lancar dan penuh keberkahan.
infotravelumroh.com — Selamat menunaikan umroh, semoga diberi kemudahan dan keselamatan.