Info Travel Umroh – Bagi umat Islam, umroh dan haji sama-sama merupakan ibadah agung yang dilaksanakan di Tanah Suci. Keduanya sering dianggap mirip karena memiliki beberapa rangkaian ibadah yang sama, seperti tawaf dan sa’i. Namun, di balik kemiripan itu, terdapat perbedaan mendasar antara umroh dan haji yang wajib dipahami oleh setiap jamaah.
Memahami perbedaan ini bukan sekadar soal teori, tetapi sangat penting agar jamaah:
- Tidak salah niat
- Tidak keliru dalam pelaksanaan ibadah
- Memahami hukum dan prioritas ibadah
Lalu, apa saja perbedaan umroh dan haji? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap, runtut, dan mudah dipahami, khususnya untuk jamaah pemula.

Pengertian Umroh dan Haji Secara Singkat
Apa Itu Umroh?
Umroh adalah ibadah yang dilakukan dengan rangkaian:
- Ihram
- Tawaf
- Sa’i
- Tahallul
Umroh dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, tanpa terikat waktu tertentu.
Apa Itu Haji?
Haji adalah ibadah wajib bagi setiap Muslim yang mampu, yang dilaksanakan pada waktu tertentu, yaitu pada bulan Dzulhijjah, dengan rangkaian ibadah yang lebih panjang dan kompleks, seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah.
Perbedaan Umroh dan Haji Secara Umum
Secara sederhana, umroh sering disebut sebagai “haji kecil”, sedangkan haji adalah ibadah puncak dalam rukun Islam.
Namun, untuk memahami secara utuh, mari kita bahas satu per satu perbedaannya.
1. Perbedaan Hukum Umroh dan Haji
Hukum Umroh
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama:
- Wajib sekali seumur hidup (Mazhab Syafi’i dan Hanbali)
- Sunnah muakkadah (Mazhab Hanafi dan Maliki)
Meski berbeda pendapat, semua ulama sepakat bahwa umroh adalah ibadah yang sangat dianjurkan.
Hukum Haji
Haji hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang:
- Beragama Islam
- Baligh dan berakal
- Merdeka
- Mampu secara fisik dan finansial
Dalilnya jelas dalam Al-Qur’an:
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.”
(QS. Ali Imran: 97)
➡️ Kesimpulan:
Haji memiliki kedudukan hukum yang lebih tinggi dibanding umroh.
2. Perbedaan Waktu Pelaksanaan
Waktu Umroh
Umroh dapat dilakukan sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari tertentu menurut sebagian ulama (hari tasyrik bagi jamaah haji).
Banyak jamaah memilih:
- Umroh Ramadhan
- Umroh musim sepi
- Umroh di luar musim haji
Waktu Haji
Haji hanya bisa dilaksanakan pada waktu tertentu, yaitu:
- Bulan Syawal
- Dzulqa’dah
- 10 hari pertama Dzulhijjah
Puncak ibadah haji terjadi pada 9 Dzulhijjah (wukuf di Arafah).
➡️ Kesimpulan:
Umroh fleksibel, sedangkan haji sangat terikat waktu.
3. Perbedaan Rukun dan Rangkaian Ibadah
Rukun Umroh
Rukun umroh terdiri dari:
- Ihram
- Tawaf
- Sa’i
- Tahallul
Rangkaian ini relatif singkat dan bisa diselesaikan dalam beberapa jam.
Rukun dan Wajib Haji
Haji memiliki rangkaian ibadah yang lebih panjang, di antaranya:
- Ihram
- Wukuf di Arafah
- Tawaf Ifadah
- Sa’i
- Mabit di Muzdalifah
- Mabit di Mina
- Melontar jumrah
- Tahallul
➡️ Kesimpulan:
Haji jauh lebih kompleks dibanding umroh.
4. Perbedaan Tempat Pelaksanaan
Tempat Umroh
Ibadah umroh berfokus di:
- Masjidil Haram (Makkah)
- Ka’bah
- Bukit Shafa dan Marwah
Tempat Haji
Selain Makkah, haji juga dilaksanakan di:
- Arafah
- Muzdalifah
- Mina
➡️ Kesimpulan:
Wilayah ibadah haji lebih luas dibanding umroh.
5. Perbedaan Durasi Ibadah
Durasi Umroh
Umroh umumnya:
- 7–12 hari (tergantung paket)
- Rangkaian ibadah inti bisa selesai dalam 1 hari
Durasi Haji
Haji memerlukan waktu lebih lama:
- Sekitar 30–40 hari
- Terikat jadwal dan tahapan yang ketat
➡️ Kesimpulan:
Umroh lebih singkat dan praktis.
6. Perbedaan Biaya Umroh dan Haji
Biaya Umroh
- Relatif lebih terjangkau
- Variatif tergantung fasilitas dan waktu keberangkatan
Biaya Haji
- Lebih mahal
- Ada antrean panjang (terutama haji reguler)
- Masa tunggu bisa belasan hingga puluhan tahun
➡️ Kesimpulan:
Umroh lebih mudah diakses dari sisi biaya dan waktu.
7. Perbedaan Status dalam Rukun Islam
- Haji termasuk dalam rukun Islam ke-5
- Umroh tidak termasuk rukun Islam
Artinya, haji adalah kewajiban utama, sedangkan umroh adalah ibadah penyempurna.
Apakah Umroh Bisa Menggantikan Haji?
Jawabannya tidak.
Umroh tidak menggugurkan kewajiban haji bagi orang yang mampu. Meski umroh memiliki keutamaan besar, ia tetap tidak bisa menggantikan haji.
Mana yang Lebih Utama: Umroh atau Haji?
Jawabannya tergantung kondisi:
- Jika belum haji dan sudah mampu → haji lebih utama
- Jika belum mampu haji → umroh sangat dianjurkan
- Jika sudah haji → memperbanyak umroh adalah amalan yang mulia
Kesalahan Jamaah dalam Memahami Umroh dan Haji
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Mengira umroh sudah cukup tanpa haji
- Menyamakan seluruh rangkaian umroh dan haji
- Tidak memahami perbedaan hukum dan niat
Dengan memahami perbedaan sejak awal, jamaah akan lebih tenang, siap, dan khusyuk dalam beribadah.
Hikmah Perbedaan Umroh dan Haji
Allah memberikan kemudahan melalui umroh:
- Sebagai latihan spiritual
- Sebagai pintu awal menuju haji
- Sebagai kesempatan ibadah bagi yang belum mampu berhaji
Umroh sering menjadi langkah pertama sebelum seseorang akhirnya menunaikan haji.
Penutup: Pahami Agar Ibadah Lebih Bermakna
Memahami perbedaan umroh dan haji bukan hanya soal pengetahuan, tetapi bagian dari kesempurnaan ibadah. Dengan pemahaman yang benar, jamaah dapat:
- Menentukan prioritas
- Menyiapkan diri dengan baik
- Menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran
Semoga Allah memudahkan langkah kita semua untuk menjadi tamu-Nya, baik melalui umroh maupun haji.
🔗 Baca Juga:
- Apa Itu Umroh? Pengertian, Hukum, dan Keutamaannya
- Rukun Umroh Lengkap Beserta Dalilnya
- Umroh Berapa Hari? Panduan untuk Jamaah