Info Travel Umroh – Dalam ibadah umroh, ada satu hal yang tidak boleh diabaikan oleh jamaah, yaitu rukun umroh. Rukun umroh adalah bagian inti ibadah yang jika salah satunya tidak dilaksanakan, maka umroh menjadi tidak sah, meskipun jamaah sudah mengeluarkan biaya besar dan menempuh perjalanan jauh.
Sayangnya, masih banyak jamaah yang berangkat umroh tanpa benar-benar memahami apa saja rukun umroh, apa dalilnya, dan bagaimana penjelasan masing-masing rukun tersebut. Padahal, pemahaman ini sangat penting agar ibadah yang dilakukan benar-benar diterima oleh Allah SWT.
Dalam artikel ini, kita akan membahas rukun umroh secara lengkap, mulai dari pengertian, dalil Al-Qur’an dan hadits, hingga penjelasan praktis yang mudah dipahami oleh jamaah pemula.

Apa Itu Rukun Umroh?
Rukun umroh adalah amalan pokok dalam ibadah umroh yang wajib dilakukan. Jika salah satu rukun ditinggalkan, maka umroh tidak sah dan tidak bisa diganti dengan dam.
Berbeda dengan wajib umroh atau sunnah umroh, rukun memiliki kedudukan paling utama dalam sah atau tidaknya ibadah.
Jumlah Rukun Umroh Menurut Mayoritas Ulama
Menurut mayoritas ulama (khususnya mazhab Syafi’i), rukun umroh ada 4, yaitu:
- Ihram (niat umroh)
- Tawaf
- Sa’i
- Tahallul
- Tertib (urutan pelaksanaan)
Sebagian ulama memasukkan tertib sebagai bagian dari rukun, sehingga sering disebut 5 rukun umroh. Namun secara praktik, keempat rukun utama di atas harus dilakukan secara berurutan.
1. Ihram: Niat Memulai Umroh
Pengertian Ihram
Ihram adalah niat untuk memulai ibadah umroh yang dilakukan dari miqat (batas tempat tertentu).
Ihram bukan hanya soal memakai pakaian ihram, tetapi niat di dalam hati untuk melaksanakan umroh.
Dalil Ihram
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Tanpa niat ihram, seluruh rangkaian ibadah umroh tidak sah.
Penjelasan Praktis
- Niat umroh dilakukan di miqat
- Disunnahkan mandi, memakai wewangian sebelum ihram
- Setelah niat, jamaah wajib menjaga diri dari larangan ihram
2. Tawaf: Mengelilingi Ka’bah
Pengertian Tawaf
Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad, dengan posisi Ka’bah berada di sebelah kiri.
Dalil Tawaf
Allah SWT berfirman:
“Dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua (Ka’bah).”
(QS. Al-Hajj: 29)
Syarat Sah Tawaf
- Suci dari hadas dan najis
- Menutup aurat
- Dilakukan 7 putaran penuh
- Dilakukan di dalam Masjidil Haram
Hikmah Tawaf
Tawaf mengajarkan bahwa pusat kehidupan seorang Muslim adalah Allah, sebagaimana seluruh jamaah mengelilingi satu titik yang sama, yaitu Ka’bah.
3. Sa’i: Berjalan antara Shafa dan Marwah
Pengertian Sa’i
Sa’i adalah berjalan atau berlari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali, dimulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah.
Dalil Sa’i
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi’ar Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 158)
Makna Sa’i
Sa’i meneladani perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail. Dari sini, jamaah diajarkan tentang:
- Ikhtiar maksimal
- Kesabaran
- Tawakal kepada Allah
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Menghitung bolak-balik secara keliru
- Tidak memulai dari Shafa
- Menganggap sa’i sekadar jalan biasa tanpa niat ibadah
4. Tahallul: Tanda Keluar dari Ihram
Pengertian Tahallul
Tahallul adalah memotong rambut sebagai tanda keluar dari ihram.
- Laki-laki: dianjurkan mencukur habis (gundul)
- Perempuan: memotong minimal sepanjang ujung jari
Dalil Tahallul
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Makna Tahallul
Tahallul melambangkan:
- Ketaatan
- Kerendahan hati
- Awal kehidupan baru setelah ibadah
5. Tertib: Dilakukan Secara Berurutan
Sebagian ulama menegaskan bahwa rukun umroh harus dilakukan secara tertib, yaitu:
- Ihram
- Tawaf
- Sa’i
- Tahallul
Jika urutan ini tidak dijaga, maka umroh tidak sah.
Perbedaan Rukun Umroh dan Wajib Umroh
Banyak jamaah yang masih keliru membedakan keduanya.
Rukun Umroh
- Jika ditinggalkan → umroh tidak sah
- Tidak bisa diganti dam
Wajib Umroh
- Jika ditinggalkan → umroh tetap sah
- Harus membayar dam
Memahami perbedaan ini sangat penting agar jamaah tidak salah dalam bersikap.
Kesalahan Umum Jamaah Terkait Rukun Umroh
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Tidak memahami niat ihram
- Tawaf tidak lengkap 7 putaran
- Sa’i tidak sesuai hitungan
- Tahallul asal-asalan
Padahal, kesalahan pada rukun bisa berdampak fatal pada keabsahan umroh.
Hikmah Mempelajari Rukun Umroh
Dengan memahami rukun umroh, jamaah akan:
- Lebih tenang saat ibadah
- Tidak mudah panik
- Lebih khusyuk
- Yakin bahwa ibadahnya sah
Ilmu sebelum amal adalah prinsip utama dalam Islam.
Penutup: Rukun Umroh adalah Fondasi Ibadah
Rukun umroh adalah fondasi utama dari ibadah umroh. Tanpa memahami dan melaksanakannya dengan benar, umroh bisa kehilangan nilai ibadahnya.
Semoga dengan memahami rukun umroh secara lengkap beserta dalil dan penjelasannya, kita dapat melaksanakan umroh dengan lebih yakin, lebih khusyuk, dan lebih bermakna.
“Ya Allah, terimalah umroh kami dan panggil kami kembali ke rumah-Mu.” Aamiin.
🔗 Baca Juga:
- Apa Itu Umroh? Pengertian, Hukum, dan Keutamaannya
- Perbedaan Umroh dan Haji yang Wajib Dipahami Jamaah
- Tata Cara Umroh dari Niat Sampai Tahallul