Info Travel Umroh – Melaksanakan umroh adalah impian banyak muslim di seluruh dunia. Agar ibadah ini berjalan khusyuk dan sah menurut syariat, penting mengetahui urutan ibadah umroh yang benar sesuai sunnah. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah — dari persiapan niat hingga tahallul — dengan bahasa yang mudah dipahami dan sumber hukum yang umum dipakai para ulama. Baca sampai akhir untuk tips praktis agar umroh Anda lancar dan penuh berkah.
Pendahuluan singkat: Apa itu umroh?
Umroh adalah ibadah yang dilakukan di Masjidil Haram, Makkah, yang terdiri dari rangkaian tata cara tertentu (ihram, tawaf, sa’i, dan tahallul). Berbeda dengan haji, umroh bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun dan hukumnya sunnah muakkad bagi yang mampu, meski beberapa ulama menekankan banyak keutamaannya.
Persiapan sebelum berangkat
Sebelum memasuki miqat, persiapkan diri secara fisik, mental, dan spiritual:
- Pelajari niat serta doa-doa selama umroh.
- Siapkan perlengkapan ihram (untuk laki-laki dua helai kain putih, untuk perempuan pakaian sopan yang menutup aurat).
- Ketahui miqat yang berlaku sesuai lokasi keberangkatan Anda.
- Periksa vaksinasi, paspor, dan dokumen perjalanan.
Persiapan matang membantu fokus beribadah dan menghindari kesalahan prosedural.
1. Ihram: Memakai niat dari miqat
Ihram adalah masuk ke dalam keadaan khusus dengan mengucapkan niat umroh. Urutannya:
- Sampai di miqat (tempat yang ditetapkan) — contoh: Dzul Hulaifah, Yalamlam, Qarn al-Manazil, dan lainnya tergantung rute.
- Bersuci jika perlu, lalu mengenakan pakaian ihram.
- Niat umroh (dalam hati atau lisan): niatkan untuk melakukan umroh, misal “Nawaitu al-umrah”.
- Mengucapkan talbiyah: “Labbayka Allahumma umrah” dan seterusnya sambil membaca talbiyah hingga tiba di Makkah.
Catatan: Dalam keadaan ihram, dilarang hal-hal seperti memakai wangi, memotong rambut atau kuku, melakukan hubungan suami-istri, dan beberapa larangan lain.
2. Tiba di Masjidil Haram — Persiapan tawaf
Setibanya di Masjidil Haram:
- Bersihkan diri (wudhu) bila memungkinkan.
- Masuk ke area tawaf dengan adab, jaga kesopanan dan keteraturan.
- Letakkan niat untuk tawaf umroh (tawaf di luar rukun umroh?) — untuk umroh, tawaf qudum (tawaf selamat datang) biasa dilakukan oleh sebagian jamaah; inti umroh adalah tawaf yang menyertai sa’i.
3. Tawaf (Mengelilingi Ka’bah 7 kali)
Tata cara umum tawaf:
- Mulai dari Hajar Aswad: jika memungkinkan, usapkan, cium, atau hanya menunjuk sambil bertakbir dan membaca doa.
- Lakukan tujuh putaran mengelilingi Ka’bah searah jarum jam, rukun tawaf adalah menyelesaikan tujuh putaran.
- Bacaan selama tawaf fleksibel: dzikir, doa, membaca ayat-ayat singkat, atau doa pribadi.
- Jika memungkinkan, sholat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim setelah selesai tawaf (merupakan amalan yang dianjurkan).
Penting: Jaga ketenangan, hindari dorong-mendorong, dan utamakan adab jamaah.
4. Sa’i (Berjalan antara Safa dan Marwah)
Setelah tawaf dan (disarankan) sholat dua rakaat:
- Pergi ke bukit Safa dan naik untuk melihat Ka’bah, lalu membaca doa dan niat memulai sa’i.
- Berjalan dari Safa ke Marwah — satu kali dari Safa ke Marwah dihitung satu sisi; total harus menyelesaikan tujuh lintasan (Safato Marwah = 1).
- Di bagian tertentu (ruang yang ditandai) pria dianjurkan untuk berjalan cepat (jogging ringan) seperti sunnah Nabi ketika memungkinkan; wanita berjalan normal.
- Selesaikan Sa’i di Marwah dengan doa dan syukur.
Sa’i merupakan bagian penting dari umroh yang mensimbolkan perjuangan Hajar mencari air untuk Ismail.
5. Tahallul: Memotong atau mencukur rambut
Setelah sa’i, tahallul adalah tindakan yang mengakhiri larangan ihram:
- Laki-laki biasanya mencukur seluruh kepala (tahallul akbar) atau memendekkan sebagian rambut (sekitar tiga helai) (tahallul asghar).
- Perempuan cukup memotong sedikit ujung rambutnya, kira-kira pada panjang yang wajar (sebesar ujung jari).
Tahallul menandakan Anda sudah keluar dari larangan ihram dan ibadah umroh utama telah selesai.
Adab dan Sunnah Tambahan
- Banyak doa dan dzikir yang dianjurkan selama umroh: talbiyah, doa saat melihat Ka’bah, doa di Maqam Ibrahim, doa saat tawaf, dan sebagainya.
- Menjaga kebersihan, kesopanan, dan saling membantu antar jamaah adalah bagian dari akhlak selama ibadah.
- Usahakan mengetahui perbedaan pendapat fiqh tentang rincian tertentu — bila ragu, ikuti aturan kelompok jamaah atau tanya pembimbing (mutawwif) yang terpercaya.
Kesalahan umum yang perlu dihindari
- Lupa berniat ihram dari miqat.
- Melakukan hal yang dilarang dalam kondisi ihram (memakai wangi, memotong kuku, dll.).
- Tidak menjaga adab saat tawaf: dorong-dorongan, berteriak, atau berebut.
- Mengabaikan kesehatan — kelelahan atau dehidrasi dapat mengganggu konsentrasi ibadah.
Penutup dan tips praktis
Umroh yang benar bukan hanya menyelesaikan rukun teknis, tetapi juga menghadirkan hati yang khusyuk dan niat yang ikhlas. Beberapa tips akhir:
- Pelajari doa-doa singkat yang relevan sebelum berangkat.
- Ikuti arahan mutawwif dan petugas setempat untuk tata alur di Masjidil Haram.
- Jaga kesehatan: minum cukup air, istirahat, dan pakai alas kaki yang nyaman.
- Simpan momen spiritual dengan hati; dokumentasi foto boleh, tapi jangan mengorbankan kekhusyukan.
Semoga panduan ini membantu Anda memahami urutan ibadah umroh yang benar sesuai sunnah. Untuk informasi perjalanan, paket umroh, atau panduan praktis lainnya, kunjungi infotravelumroh.com — sumber ringkas dan terpercaya bagi calon jamaah. Semoga umroh Anda diterima dan menjadi perjalanan yang penuh berkah. Aamiin.